MUKI dan API Meminta Kemendikbud Tinjau Buku Pelajaran Agama dan Budikerti yang Kontroversial

Kilometer-Jakarta-Beberapa hari ini Masyarakat kembali di kejutkan dengan informasi dari anggota masyarakat yang beredar digrup Whatshapp. Informasi ini dalam bentuk surat elektronik yang ditujukan kepada Majelis Umat Kristen Indonesia melalui www.dppmuki@yahoo.com.

Isi surat diawali dengan pemberitahuan tentang buku pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti siswa kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2014. (Red.Isi lengkapnya dapat kita baca di kedua buku tersebut )

Pada bagian akhir surat, penulis yang tidak mencantumkan namanya, meminta Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) untuk mengggugat pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan untuk melarang dan menghentikan penggunaan dan peredaran kedua buku tersebut, lakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada umat Kristen.

Menyikapi keadaan yang bisa menimbulkan polemik yang berkepanjangan, maka MUKI bersama Asosiasi Pendeta Indonesia (API) pada selasa (2/02) mengantarkan Surat Bersama yang diantarkan oleh Ketua Umum API Pdt. Brigjen TNI (purn) Drs. Harsanto Adi S, MM, M.Th., Wakil Sekretaris Jenderal API Pdt. Estefanus Balaati, S.Th,  dan Sekretaris Jenderal MUKI, Drs. Mawardin Zega, M.Th.

Melalui sambungan telepon, ketua umum MUKI, Djasarmen Purba mengatakan Kemendikbud harus menarik buku ini agar menjaga untuk kerukunan umat beragama

Bukan saja buku ini saja tetapi kemendikbud juga melihat dan meneliti buku buku lain agar tidak terjadi lagi seperti muatan buku ini

Bukan saja buku agama Islam tetapi juga buku buku agama agama lainnya termasuk buku agama Kristen agar tidak ada muatan yang menciderai agama lainnya

Sebagai umat Kristen mari tetap mengawal dan turut mencermati adanya buku buku yang beredar apabila ditemukan muatan yang bisa merusak kerukunan dan nilai kebangsaan agar tidak terulang kembali.

Disisi lain bagi umat Nasrani tetap tenang jangan bikin gaduh, mari kita tempuh sesuai degan mekanisme yang benar. Endharmoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *