PIKI Gelar Kongres Tetap Jaga Kesinambungan Program Kerjanya

Kilometer Jakarta Tinggal beberapa hari helatan akbar Kongres Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) akan di gelar pada hari Kamis 30 April hingga 2 Mei 2026 ini. Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk kesiapan kongres tersebut menggelar konfrensi pers bertempat di hotel Grand Melia, Jakarta Selatan Selasa 28 April 2026. 

Dalam konfrensi tersbut hadir Badikenita Putri Sitepu Ketua umum yang juga senator DPD RI, Audi Wuisang Sekretaris Jendral, Firman Jaya Daely, Benyamin Patondok Panitia Kongres serta penasihat dan dewan pakar.  

Lewat konfrensi pers tersebut Badikenita Putri Sitepu yang akrab dipanggil Putri menjelaskan tentang keberadaan PIKI sejak 2015 hingga 2026 yang merupakan satu kesatuan yang berkesinabungan ini sudah semakin nyata dalam pergerakannya.

PIKI dalam kontek ini berbeda dengan GMKI, GAMKI dan organisasi lainnya, karena PIKI adalah sebuah lembaga cendiakiawan yang menghasilkan pemikiran dan gagasan tetapi juga karya nyata. Sepanjang dari tahun 2015 hingga kini PIKI bersama organisasi cendekiawan lainnya seperti Iska, ICMI dan lembaga cendikiawan lintas agama selalu bekerjasama. Misalnya bersama lembaga cendikiawan lintas agama menyikapi persoalan kebangsaan seperti mengkritisi persoalan keagamaan, kebhinekaan dan berbagai issue kebangsaan.

PIKI tegas Putri adalah satu-satunya lembaga cendikiawan Kristen satu-satunya yang diakui pemerintah secara legalitas sudah tercatat di AHU dan sudah dilakukan penyempurnaan terkait anggaran dasar serta anggaran rumah tangga.  Untuk itu lanjut Putri saat kongres ke 7 ini akan dilakukan launching sejarah PIKI.

Kongres ke 7 PIKI mengangkat tema Masa Depan yang Kokoh yang merupakan kelanjutan atau terbangun kembali dari 2015 sampai sekarang hampir ada di semua propinsi kepengurusannya sekitar 29 DPD.  

Dalam program dan kiprahnya PIKI berkontribusi dalam pemikiran dan kajian untuk mendukung pemerintah. Kajian ini dilakukan saat dies natalis maupun refleksi awal tahun. Selama kepemimpinannya PIKI juga berhasil mengadakan kerjasama (MoU) dengan Lemhanas. Dengan kerjasama tersebut setiap tahunnya PIKI diberikan kesempatan mengirimkan satu orang mengikuti pendidikan di Lemhanas. 

Kembali dari apa yang dihasilkan PIKI selain kajian dan masukan terkait issue kebangsaan sebagai lembaga cendikiawan Kristen juga berhasil memetakan pertumbuhan gereja serta pertumbuhan umat Kristen dan segala dinamikanya. Selain itu juga kajian-kajian tentang tafsir alkitab imbuh Audy Wuisang

Benyamin Patandok panitia persiapan menjelaskan terkait pelaksanaan kongres ke 7 ini akan di bagi dua sesi pertama di tangal 30 April akan menggelar study meeting bertempat di hotel Lumerre kemudian kongres akan dilanjutkan di hotel Grand Melia di tanggal 1-2 April 2026. 

Untuk persiapan sendiri Benyamin menjami sudah 99 % siap baik tempat dan pengisi atau penceramah. Dalam study meeting ini panitia berharap bisa mewakili cendikiawan Kristen untuk memberikan masukan kepada pemerintah tentang ketahanan pangan, pendidik dan persoalan-persoalan lainnya.

Di mana dalam kongres ke 7 akan dibuka oleh ketua MPR RI di tanggal 1 Mei bertempat di hotel Grand Melia, Kuningan Jakarta Selatan. 

Kembali terkait pelaksanaan study meeting ini akan mengundang semua pimpinan gereja, tokoh Kristen dari TNI dan Polri, para akademisi enterpreneur serta pimpinan organisasi. 

Selanjut Putri menjelaskan tentang kiprah PIKI di bawah kepemiminannya antarannya menjalankan programnya seperti terkait mendorong pemberdayaan ekonomi di kawasan 3T seperti ternak ayam, sedangkan untuk kalangan gereja PIKI seperti progam pendidikan mengadakan pendataan anak-anak putus sekolah.

Selain itu PIKI yang  menyusun papper dan action pelatihan penataan keuangan gereja dan digitalisasi pendeta artinya selama ini tetap bergerak. Untuk itu program harus dilanjutkan jangan dirusak. Karena PIKI adalah lembaga cendikiawan jauhkan dari permainan money politik, ingat PIKI adalah tataran pemikiran, ujarnya mewanti-wanti. 

Rep Yus