Djasarmen Purba Ketua Umum MUKI PGI Sudah Sesuai Menjalankan Fungsi Pelayanan

Ketua Umum MUKI Djasarmen Purba Pdt. Gomar Gultom Ketua Umum PGI dan Yusuf Mujiono Ketum PEWARNA

Kilometer-Jakarta-Geger di dunia Medsos banyaknya warga gereja yang gencar memberikan kritikan keras yang di alamatkan ke Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI), atas sikap atau pernyataan Ketum PGI setelah menerima dan menggelar konprensi pers saat menerima aduan dari Penyidik KPK yang tidak lolos Test Wawasan Kebangsaan (TWK). Sontak PGI dijadikan bulan-bulanan dan mendapat tuduhan kalau PGI turut campur ke ranah politik.

Akibat serangan atau kritikan sikap PGI ini diakui membuat keberadaan PGI rontok.  Dalam rangka memberikan support kepada Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom maka Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Djasarmen Purba ditemani Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) menyambangi kantor PGI di Grha Oikumene Jalan Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat, Jumat 4/6/21.

Kehadiran Djasarmen Purba Ketum MUKI disambut hangat Pendeta Gomar Gultom, dan tak membutuhkan waktu lama perbincanganpun berjalan akrab.

Di kesempatan itu Djasarmen merasa prihatin dan turut berempati atas apa yang terjadi dengan banyaknya serangan bahkan boleh dikatakan pembullyan kepada PGI, atas pernyataan sikapnya setelah menerima penyidik KPK yang tak lolos TWK beberapa waktu lalu.

“Kalau PGI diserang kamipun MUKI sebagai lembaga umat juga turut merasakan terhadap serangan tersebut”, tandas Djasarmen Purba mantan anggota DPD RI
2 periode dari Kepri ini.

Sekalipun Gomar merasa baik-baik saja dan tak ada masalah dengan serangan yang di alamatkan ke PGI dan dirinya tersebut. Menurut mantan sekum PGI dua periode ini, mereka yang menyerang atau mengkritik belum memahami apa yang dilakukan, atau tugas panggilan PGI itu sendiri.

Karena tidak benar kalau PGI tak peduli dengan persoalan-persoalan yang dialami warga gereja, seperti kasus GKi Yasmin selama ini PGI tetap memperjuangkan, tetapi kalau hingga kini belum berhasil PGI tidak memiliki wewenang yang lebih untuk menggoalkan GKI Yasmin tersebut sehingga GKI Yasmin bisa berdiri.

Lalu bicara kasus Papua dan Poso, PGi turun langsung ke daerah tersebut bahkan Sekum PGI beberapa hari ini berada di Poso memberikan pendampingan dan support para korban. Tetapi itulah resiko sebuah perjuangan dan lihat saja bahwa kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

“Kalau MUKi mau membantu PGI sampaikan saja apa yang selama ini PGI sudah kerjakan”, ujarnya serius.

Sementara Djasarmen Purba ketika ditemui selepas bertemu dengan Pdt Gomar Gultom di kantor MUKI di gedung LAI menegaskan bahwa MUKI dapat memahami apa yang dilakukan PGI selama ini.

Karena apa yang dilakukan PGI sudah diatur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangganya. Artinya tidak boleh menyimpang.

Selanjutnya mengenai keberpihakannya kepada warga gereja seperti apa yang terjadi dengan GKI Yasmin Bogor, Jawa Barat, kasus teroris Poso Sulawesi Tengah dan Papua, PGI sudah berperan, dengan turun langsung dalam perjuangan bagi warga gereja bahkan saat ini Sekretaris Umum PGI masih ada di Poso untuk mendampingi para korban.

Masuk dalam Ranah Bola Panas TWK

Terkait adanya kritikan pedas ke PGI, Djasarmen melihat kalau ini lebih pada moment pernyataan PGI yang seolah-olah mendukung para penyidik KPK yang tidak lolos TWK. Padahal mengenai TWK ini masuk dalam ranah issue panas yang sedang sengit diperbincangkan.

Esensi yang mau disampaikan PGI sebetulnya adanya indikasi pelemahan KPK.  MUKI sangat mendukung kepedulian PGI terhadap pelemahan KPK tersebut.

Menurut Djasarmen, ini jadi pembelajaran bagi PGI di kemudian hari, agar tidak reaktif sehingga jadi viral menimbulkan polemik berkepanjangan dan tidak kondusif.

Seharusnya momen pernyataan tidak perlu terburu-buru mengeluarkan pernyataan sikap, apalagi masuk dalam ranah bola panas.

Sebaiknya Ketum PGI menerima masukan terlebih dahulu dari berbagai elemen masyarakat termasuk mereka yang tidak lulus test tersebut.

Setelah ditampung masukan-masukan itu, baru kemudian mengeluarkan pernyataan sikap atas adanya indikasi pelemahan KPK. Bahkan PGI bisa menyampaikan langsung pernyataan tersebut ke lembaga-lembaga yang terkait, selain dipublikasikan.

Kepada KPK sendiri, lanjut Djasarmen agar tidak ada tuduhan pelemahan di lembaga antirasuah itu, KPK segera membuktikan dengan mengusut kasus-kasus korupsi besar yang banyak merugikan negara. Karena dengan diungkapnya kasus-kasus besar otomatis akan menghilangkan keraguan masyarakat terhadap issue pelemahan KPK.

Kepada warga gereja dan masyarakat umumnya, jangan lekas membuat pernyataan sikap yang terburu-buru dan meng kritik serta membully PGI tanpa terlebih dulu mengetahui apa ranah yang dikerjakan PGI selama ini.

Sebagai wadah persekutuan, bagi yang merasa anggota PGI atau simpatisan, mari kita duduk bersama diskusi demi bangsa dan negara Indonesia, pungkas Djasarmen menutup pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *