Jeffry Tambayong, SH., ST.h.: Bukan saja Pandemi Corona tetapi saat ini juga Pandemi Penyalahgunaan Narkoba

Keseriusannya memberantas peredaran Narkoba sudah ditunjukkan kiprahnya puluhan tahun yang lalu. Salah satu buktinya, Jeffry Tambayong, demikian beberapa sahabat membuat wadah yang kemudian diberi nama Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM), bukan hanya lewat lembaga GMDM saja, Jeffry Tambayong juga dipercaya menjadi ketua umum Forum Organisasi Kemansyarakatan Anti Narkoba (Fokan) sebuah lembaga yang mewadahi beberapa lembaga yang konsen mencegah peredaran narkoba atau anti narkoba.

Tentang maraknya peredaran narkoba terutama di masa pandemi yang dilansir dari BNN, Jeffry yang saat ini juga membuka kantor hukum Jeffry Law Firm menegaskan masa pandemi banyak orang tertekan, sehingga mencari pelarian dengan mengkomsumsi narkoba.

“Makanya saya bilang saat ini bukan saja pandemi corona, tetapi juga terjadi pandami penyalahgunaan narkoba”, tukas ayah tiga anak ini.

Sekali lagi kalau sekarang banyak atau meningkat para pengguna narkoba, memang jujur covid-19 banyak yang mengalami stress atau tekanan hidup, makanya pelariannya ke narkoba sekaligus memang sudah banyak juga orang yang berperilaku menyimpang.

Menjadi perhatian tersendiri bagi Jeffry bahwa peredaran narkoba terutama saat ini bukan melalui diskotik, club ataupun coffee maupun tempa-tempat hiburan saja, tetapi sudah masuk dalam dunia online ataupun langsung diantar ke Apartemen ataupun rusun.

Dalam hal ini, Jeffry melihat pengawasan menjadi penting, dan yang bisa melakukan pengawasan kalau peradaran melalui online dalah Kominfo atau di ranah kepolisian dengan tim cyber dan sebagainya. Tetapi diakui memang sehebat apapun pengawasan yang dilakukan, pasti ada batasnya. Untuk itu, Jeffry mengajak agar pengawasan ini melibatkan semua pihak, ada orang tua dan masyarakat.

Misalnya, ketika ada informasi peredaran narkoba di suatu tempat, baik juga melalui online, maka diharapkan masyarakat tersebut segera melaporkan ke BNN ataupun kepolisian.

Jeffry Tambayong, SH., ST.h.

Ada pertanyaan menarik, apakah orang yang kecanduan narkoba itu lebih mudah terpapar narkoba ataupun sebaliknya? Menanggapi hal tersebut, Jeffry mengatakan sekalipun memang belum ada penelitian untuk mudahnya orang kecanduan narkoba terpapar covid-19, tetapi dari apa yang dialami para pecandu narkoba, pandangan itu bisa benar.

Kenapa, lantaran orang yang menjadi pengguna narkoba, biasanya imumnya atau daya tahan tubuhnya menurun. Maka, masuk akal kalau memang sangat rentan terpapar corona.

Belum lagi para pengguna narkoba ini acapkali mengabaikan protokol kesehatan, bahkan ada kencenderungan semau mereka, sikap inilah yang membuat rentan pecandu narkoba terpapar corona.

Kembali ketika ditanyakan apa peran GMDN dan Fokan dalam rangka mengurangi bahkan memerangi bahaya narkoba. Jeffry mencoba menjelaskan kiprahnya selama ini seperti melakukan penyuluhan secara daring ataupun youtube melalui medsos itu yang dikerjakan saat pandemi ini, artinya GMDM tetap bergerak sekalipun saat pandemi.

Selain itu pertemuan langsung tatap muka juga dikerjakan, tentu sesuai dengan protokol kesehatan ketat, selain itu juga aktif membangun komunitas-komunitas yang memang bergerak dalam mencegah peredaran narkoba.

Menjawab makin maraknya peredaran narkoba sementara makin banyak juga lembaga-lembaga masyarakat yang bergerak mencegah narkoba.

Jeffry tegas bahwa sebagai LSM yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dengan kemampuan sendiri ada batasnya. Ke depan agar lembaga-lembaga ini efektif diharapkan adanya bantuan atau support dari pemerintah dengan memberikan fasilitas dan dukungan dana.

Kalau hanya BNN dan kepolisian itu sangat terbatas maka dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat agar ada dukungan dalam pembiayaan rehabilitasi, penyuluhan dan sebagainya.

Sekalipun jujur tanpa bantuan dari pemerintahpun Fokan dan GMDN tetap berjalan dan terus berkiprah dalam kepeduliannya mencegah peredaran narkoba, namun andaikan ada bantuan dari pemerintah ini akan lebih baik.

Bicara kepiawaian Bandar dalam mengedarkan narkoba, tak disangkali kalau para pengedar ataupun Bandar makin canggih dalam mengemas peredaran narkoba, maka kalau ada pandanagn ada indikasi Bandar tersebut bekerjasama dengan oknum oknum tertentu, Jeffry tegas pasti kerjasama itu ada baik oknum di kepolisian, BNN dan oknum TNI dimana-mana ada.

Sangat disayangkan memang para oknum itu menjual nilai-nilai kebangsan kita ini.

“Istilah dalam imannya mereka rela menukarkan haknya dengan semangkok kacang merah dan saya yakini bahwa oknum oknum itu pasti ada”, terang Jeffry yakin.

Bicara harapan mengenai keseriusan menanggulangi bahaya narkoba, kepada pemerintah harus bersinergi dengan baik dengan penggiat-penggiat anti narkoba, tentu bukan saja GMDM saja tetapi kepada semua penggiat anti narkoba.

Kemudian sebagai ketua umum Fokan, Jeffry berharap dan berdoa bagi para bandar narkoba segera bertobat, karena yang mereka lakukan sedang merusak generasi bangsa. Suatu saat, mereka juga yang akan kena ketika Indonesia hancur karena narkoba, sebagai warga negara tentu akan kena. Sehingga berlaku pepatah apa yang kau tabur itu pula yang akan dituai, tuntasnya. (YM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *