PERLUNYA INTEGRITAS SEORANG WARTAWAN NASRANI.

Kilometer.co.id, Jakarta-Pada hari Jumat 13/11/2020, Bertempat di Gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Jln. Salemba Raya No 10 Menteng Jakarta Pusat, dilangsungkan Acara Pelantikan Pengurus DPD DKI Jakarta Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA), Masa Bakti 2020-2025 Dengan mengangkat Tema : Berkarya dalam Pergumulan Bangsa serta Sub Tema : “Peran Jurnalis Nasrani Dalam Mewarnai Keberagaman DKI Jakarta”.

Sebelum masuk dalam “Focus Group Discussion ” (FGD)/ Diskusi Kelompok dan Pelantikan Pengurus, terlebih dahulu Ibadah diadakan yang dipimpin oleh Worship Leader Fidel Parhusip untuk memohon pertolongan Tuhan bagi semua yang hadir teristimewa bagi Pewarna DPD DKI Jakarta yang akan di lantik dalam mengemban tugas yang dipercayakan Tuhan melalui Pewarna Indonesia sebagai Pewarta yang benar seperti yang Tuhan kehendaki bagi gereja-Nya dan Bumi Pertiwi Indonesia.

Pdt. Kiky Tjahjadi M.T.H., Sebagai Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Dalam penyampaian kotbahnya menekankan tentang Integritas Seorang Saksi Kristus. Ditandaskan bahwa Wartawan Nasrani adalah juga Saksi Kristus yang harus memiliki Integritas. Dijelaskan bahwa : “INTEGRITAS” memiliki makna yang sangat luas dan dalam.

Disinggung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia INTEGRITAS ; Mutu sifat atau keadaan yang utuh sebuah kesatuan yang memancarkan kewibawaan ; kejujuran ; kualitas sifat moral di mana ada kesatuan yang utuh antara perkataan dan perbuatan yang jujur. Sangat sejalan dengan apa kata Alkitab ” Tummah” (Ibrani) “Integrity ” (Inggris) yang berarti :

Pertama : Tulus Hati, Seorang Wartawan Nasrani harus memiliki ketulusan hati ; bukan karena terpaksa atau ada maunya ; Allah melihat ketulusan hati Salomo seperti Daud ayahnya, itulah yang membuat Allah berkenan (1 Raja 9: 4-5) ; (Mazmur 26:1)

Kedua : Tetap Tekun dalam Kesalehan : Apapun tidak bisa menjauhkan Ayub dari Tuhan termasuk orang yang disayanginya ; Istrinya (Ayub 2 : 3,9). Seorang Jurnalis Nasrani harus menjaga kesalehan hidupnya dari godaan apapun, sehingga Penyertaan Tuhan tetap berlangsung atas hidupnya.

Pengurus DPD Pewarna DKI Jakarta

Ketiga : Tidak Bersalah ; Melakukan Apa yang Benar. Jurnalis Nasrani tidak pernah ada rasa takut selagi melakukan apa yang benar ; tidak memberitakan Kabar Bohong atau Hoaks ; Pemberitaannya tidak bertentangan dengan Panggilannya sebagai milik Kristus ; Allah menjadi pembela dan selalu ada dipihak Pewarta yang benar. , (Ayub 31:6).

Keempat : Bersih Kelakuannya
Seorang Jurnalis Nasrani harus tetap ada dalam area ahlak atau kelakuan yang Bersih/Suci karena kemanapun pergi, semua yang dilakukan berkaitan dengan Pewartaannya akan tetap AMAN dan tidak ada rasa tertuduh karena kesalahan yang diperbuat., (Amsal 10:9).

Jadi dalam kesimpulan Kotbahnya secara lugas ditekankan betapa pentingnya INTEGRITAS bagi seorang Jurnalis Nasrani, memang tidak mudah untuk mewujudkannya ; perlu penyerahan seluruh aspek hidup secara totalitas pada Tuhan, sehingga nantinya para Jurnalis Nasrani bisa tampil sebagai Saksi Kristus menjadi garam dan terang dunia.
(Fridris Jimson S. S.Th.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *