Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP): Kecam Aksi Teror Penusukan Wiranto, Siap Sinergi Jalankan Seruan Presiden Perangi Radikalisme

JAKARTA, Kilometer.co.id  – Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) mengecam aksi teror penusukan kepada Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto.

Ketua AMPP, Arbie Haman menggarisbawahi bahwa jenis teror yang dilakukan bukan merupakan percobaan bom bunuh diri atau sejenisnya, namun penyerangan jarak dekat dengan senjata tajam.

“Artinya pihak yang merencanakan aksi ini memang sudah menyiapkan kedua pelaku untuk ditangkap hidup-hidup, sebagai bagian dari rencana mereka”, tandasnya.

“Saya yakin para analis intelijen, baik di BIN, Polri, dibantu TNI telah dan akan terus menyikapi pola teror jenis ini dengan langkah-langkah yang sesuai”, tambah Arbie.

“Ada kelompok-kelompok radikal yang tidak ingin bangsa Indonesia damai dan tenteram. Mereka beroperasi melalui sel-sel kecil, melakukan upaya-upaya teror asimetris untuk menciderai stabilitas negara”, ujarnya.

“Dengan ongkos yang sekecil-kecilnya, mereka berharap menciptakan ketakutan yang sebesar-besarnya. Lihat saja aksi teror penusukan ini, dilakukan dengan modal, perlengkapan, dan SDM yang amat minim”, pungkas Arbie.

Selain JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang diduga terlibat, aksi teror ini juga identik dengan pola simpatisan ISIS yang menggunakan alat apapun yang dimiliki untuk melakukan serangan ‘jihad’.

Terkait respon Presiden, Arbie Haman menyatakan AMPP sangat sependapat dengan Presiden Joko Widodo, jaringan teroris yang terindikasi terlibat, harus dibasmi hingga ke akar-akarnya.

“Kemarin (10/10) Presiden meminta masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme di Indonesia. AMPP siap untuk sinergi bersama, berjuang bersama berbagai elemen masyarakat untuk melaksanakan imbauan Presiden”, tegasnya.

Sebagai salah satu perwakilan anak-anak bangsa dan komunitas pemuda lintas agama di Jakarta, AMPP memiliki visi mengkampanyekan toleransi dan kerukunan hubungan lintas kepercayaan di Indonesia.

“Radikalisme dan terorisme merupakan produk akhir, yang biasanya diawali dengan adanya intoleransi. AMPP bersama kawan-kawan pemuda lintas agama, telah berkomitmen akan terus bergerak melakukan kegiatan-kegiatan kontra narasi radikalisme dan intoleransi”, ungkap Ketua AMPP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *