Ketua MPR: GAMKI Harus Peka Tantangan di Era Teknologi Informasi

Jakarta, kilometer.co.id- Kaum muda selalu menjalankan peranan penting di dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, kaum muda telibat aktif di dalam pelbagai momen perjuangan bangsa, mulai dari Kebangkitan Nasional, perjuangan dalam mengangkat senjata melawan penjajah hingga ikut mendorong diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Dewasa ini tantangan yang dihadapi kaum muda Indonesia bukan lagi berupa ancaman yang kasatmata, namun telah bertransformasi menjadi bahaya terselubung yang disusupkan melalui teknologi, khususnya teknologi informasi. Demikian yang disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) H. Bambang Soesatyo, SE., MBA, ketika menghadiri  Pengukuhan dan Serah Terima kepengurusan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) periode 2019-2022 di Grha Oikumene, Salemba, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (11/10/2019).

“Saat ini kita hidup di era global yang ditandai dengan kecepatan dan kemudahan arus informasi. Lompatan kemajuan di dalam teknologi komunikasi dan arus informasi telah menembus batas-batas kedaulatan negara. Apa yang terjadi di belahan dunia, di manapun, dengan seketika kita dapat mengetahuinya. Arus informasi dan komunikasi yang semakin mudah dan terbuka memberi banyak ruang kemajuan bagi bangsa kita. Tapi  pada saat yang bersamaan itu juga merupakan ancaman, disadari atau tidak oleh kita semuanya,” ungkapnya saat memberi sambutan.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet itu kemudian memberikan sebuah contoh dari bentuk bahaya terselubung yang mesti diwaspadai oleh para kader GAMKI, yakni radikalisme.

“Fenomena radikalisme itu juga didorong oleh kemajuan teknologi. Sadar atau tidak, kita akan diracuni dengan informasi-informasi yang kadang itu tidak benar,” imbuhnya.

Untuk itu dia berharap, GAMKI dapat ikut menyadari berbagai tantangan organisasi yang akan dihadapinya ke depan. Bamsoet menyebut saat ini Indonesia sangat membutuhkan generasi muda yang unggul dan ingin bekerja keras, serta memiliki dedikasi yang kuat bagi bangsa ini. Secara khusus generasi muda yang mampu melihat segala macam tantangan menjadi sebuah keadaan yang berdampak positif bagi rakyat Indonesia.

“Saya menaruh  harapan besar kepada Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, berada di kelompok yang saya sebutkan tadi,” kata Bamsoet lagi.

Bamsoet lalu merespon pokok pikiran yang disampaikan oleh Ketua Umum GAMKI periode 2019-2022, Willem Wandik S.Sos, berjudul ‘GAMKI di Tengah Kehidupan Demokrasi Indonesia’. Dalam salah satu poin tulisannya, Willem membedah soal peran vital Pancasila di dalam percaturan politik identitas di Indonesia.

“Saya setuju bahwa bila nilai-nilai Pancasila harus kita bumikan lagi. Usulan pelajaran Pancasila, Kewarganegaraan, Sopan Santun harus kita jadikan lagi menjadi bekal bagi anak-anak kita,” katanya.

Mantan wartawan Harian Umum Prioritas ini kemudian menyinggung soal konsep Kasih yang mesti mendapatkan tempat di hati setiap pemuda Indonesia. Menurutnya kemajuan teknologi tak akan memiliki nilai jika meniadakan rasa cinta dan Kasih.

“Kalau kita biarkan kemajuan teknologi ini menggerus rasa cinta, karsa dan kasih kita maka apa bedanya kita ke depan dengan robot-robot yang hanya menjalankan rutinitas tanpa kasih, tanpa rasa dan tanpa kasih sayang. Jadi saya mengajak untuk GAMKI agar sadar tantangan ke depan ini sangat luar biasa beratnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo tiba  Grha Oikumene dan disambut oleh Ketua MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) GAMKI, Dr. Michael Wattimena, SE., MM. Kedatangan Bambang Soesatyo diiringi oleh tarian Yospan khas Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *