Kilometer.co.id Yogyakarta Semangat pembaruan dan persatuan menyelimuti Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kotagede pada Jumat siang, 19 Desember 2025. Di tengah suasana penuh keakraban, Badan Kerjasama Antar Denominasi Kristen (BKSADK) Kota Yogyakarta secara resmi menggelar rapat pemilihan pengurus baru untuk periode 2025-2030. Pertemuan ini menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan lama sekaligus menjadi titik awal bagi wajah-wajah baru untuk membawa visi pelayanan Kristen di Kota Pelajar ke level yang lebih tinggi. Kehadiran para tokoh lintas denominasi ini menegaskan kembali komitmen gereja-gereja di Yogyakarta dalam menjaga kerukunan dan kerjasama yang harmonis di bawah payung organisasi yang telah legal dan diakui negara.
Organisasi ini secara nasional telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui administrasi hukum umum (AHU), yang memberikan landasan legalitas kuat bagi setiap kegiatan dan kerjasama yang dilakukan, baik dengan pemerintah maupun masyarakat luas.
BKSADK Kota Yogyakarta sendiri merupakan wadah komunikasi dan koordinasi yang sangat strategis bagi berbagai aliran gereja di Yogyakarta. Penting untuk diingat bahwa lembaga ini telah bertransformasi secara administratif sejak tahun 2019. Pada saat itu, atas arahan dan saran dari Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen DIY kala itu, Bapak Petrus Marijo, nama organisasi disesuaikan menjadi BKSADK.
Rapat tersebut dihadiri oleh peserta yang terdiri dari perwakilan BKSADK tingkat Provinsi DIY, jajaran pengurus harian periode 2019-2024, serta utusan dari berbagai denominasi, mulai dari pendeta hingga aktivis gereja. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Sekretaris BKSADK DIY, Bapak Paulus Kristianto, yang mewakili Ketua BKSADK DIY. Dalam narasinya, Paulus menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pdt. DR. Budi Raharjo selaku ketua lama, Pdt. Agus Tosadu sebagai sekretaris, serta Bapak Gunadi yang telah mengabdikan diri selama lima tahun terakhir. Dedikasi mereka dalam menakhodai organisasi di masa transisi hingga mencapai stabilitas seperti sekarang dianggap sebagai fondasi yang sangat berharga bagi kepengurusan selanjutnya.
Setelah laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan diterima dengan baik, suasana rapat memasuki tahap krusial, yaitu pembentukan tim formatur. Lima tokoh dipilih untuk mengemban amanah ini, yakni Bapak Paulus Kristianto, Pdt. Agus Tosadu, Pdt. Andar Rujito, Pdt. Yan Thomas, dan Pdt. Yohanes Jatmiko. Selagi tim formatur berdiskusi secara intensif di ruangan khusus untuk menentukan nahkoda baru, para peserta rapat lainnya memanfaatkan waktu untuk beramah tamah dalam jamuan makan siang, mencerminkan persaudaraan kristiani yang erat tanpa memandang perbedaan dogma masing-masing denominasi.
Hasil kesepakatan tim formatur akhirnya melahirkan susunan kepengurusan baru yang solid dan representatif. Pdt. Fendi Susanto dari GKJ Sawo Kembar dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum. Beliau didampingi oleh Pdt. Yan Thomas dari GPdI Hayam Wuruk sebagai Ketua 1 dan Pdt. Agus Tosadu dari GJKI Tegal Rejo sebagai Ketua 2. Urusan administratif dipercayakan kepada Pdt. Yohanes Jatmiko dari Gereja Kerasulan sebagai Sekretaris 1 dan Bapak Jimmi Sormin dari GPIB sebagai Sekretaris 2. Sementara itu, posisi Bendahara 1 diisi oleh Pdt. Martinus dari GBI (Gereja Baptis) Ngadinegaran dan Bendahara 2 oleh Ibu Sena Iskandar dari GRII.
Dengan terbentuknya jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) yang baru, Bapak Paulus Kristianto secara resmi membubarkan kepengurusan periode 2019-2024. Meski tugas lama telah usai, semangat pelayanan tidak boleh padam. Kepengurusan baru ini kini memikul tanggung jawab besar untuk segera menyusun struktur bidang-bidang kerja dalam rapat lanjutan mendatang. Harapannya, pengurus periode 2025-2030 dapat bekerja lebih giat, inovatif, dan berdampak nyata bagi umat serta masyarakat Kota Yogyakarta. Semoga setiap langkah pelayanan yang diambil senantiasa diberkati dan dilakukan dengan tulus semata-mata demi kemuliaan nama Tuhan.
Jurnalis: SHN
Foto: SHN