Harapan Dan Doa di Bulan Suci Ramadhan 2022, Menjadi Baru Untuk Memasuki Kebiasaan Baru.

Bekasi, Kilometer.co.id 20 April 2022, Dalam menjalankan ibadah suci di bulan ramadhan ini, Bapak Sobarsah S.Pd.SD selaku kepala sekolah SD Burangkeng 02, optimis dalam melakukan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah. Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Sobarsah langsung menyambut dengan senyuman dan sambutan hangat. Setelah mempersilahkan duduk, lantas mencoba berbagi cerita tentang kegiatan dan harapannya di bulan suci ramadhan ini.

Sobarsah berharap segenap doa-doa masyarakat Indonesia dikabulkan Allah SWT. “Saya berpikir bahwa doa di bulan suci ramadhan ini ada keinginan yang sama, yaitu, berakhirnya covid-19 dari muka bumi ini, yang sudah dua tahun lebih kehidupan kita dihantui oleh virus covid-19 ini, apalagi telah melumpuhkan semua kegiatan masyarakat, juga kegiatan pendidikan, ” terang pria ramah ini.

Memang, aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan lanjut Sobarsah, namun tidak tertutup kemungkinan akan muncul juga kendala-kendala yang dihadapi masyarakat selama penyesuaian dengan kebiasaan hidup baru ini. Mungkin selama pandemi sudah menghabiskan banyak energi untuk bertahan hidup, ibaratkan pekerjaan yang hilang karena di PHK, usaha yang tutup, bahkan tabungan yang sudah habis. Memasuki tahap pemulihan cara hidup baru ini, baiklah kita perbanyak memanjadkan doa supaya Allah SWT berkenan mengabulkan setiap permohonan kita, lanjutnya.

Seputar informasi pendidikan kedepannya, akan diberlakukan kurikulum merdeka belajar, insya Allah, SD Burangkeng 02 sudah mendaftar untuk pelaksanaan kurikulum tersebut. Dimana kurikulum merdeka ada 3 pilihan, Peratama, merdeka belajar, merdeka berubah, dan, merdeka berbagi.

Merdeka berbagai adalah sudah pasti pilihan para sekolah penggerak, dan itulah yang saya pilih. Karena dari tiga pilihan tersebut tentu ada kriterianya.

Untuk penyesuaian kembali pelaksanaan pembelajaran siswa, akan dilakukan seiring waktu berjalannya pelajaran. Yang mungkin selama ini dalam program PJJ sudah mengubah cara belajar anak, akan kita sesuaikan kembali untuk belajar tatap muka dengan gurunya, tutup beliau. [Mar’S]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.