PLUS MINUS DAMPAK KEDATANGAN HABIB RIZIEQ SHIHAB KE INDONESIA

Kilometer.co.id, Jakarta-Tepatnya Kamis 3/12/2020, pukul 19.00 – 20.30 Wib dilaksanakan Sharing interaktif oleh IKIM (Iman Kristen Indonesia Menjawab) sebagai penyelenggara, serta Host adalah Herry Kristian, Pimpinan IKIM, ia juga Ketua Kominfo DPW MUKI Sulawesi Utara.

bekerjasama dengan MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) secara Zoom virtual yang mengambil topik pembicaraan tentang Plus Minus Dampak Kedatangan tuan Rizieq Shihab di Indonesia.

Dengan menghadirkan Nara Sumber yang mempuni dibidangnya seperti : Yulius Aris Widiyanto. Dosen & Litbang Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Pdt. Ady. W. F. A Ndiy, M.Th (Ketua umum Laskar Indonesia Timor), Pdt. Ega Mawardin Zega, M.Th (Sekjen DPP Majelis Umat Kristen Indonesia/MUKI).

Sharing diikuti dari hampir seluruh Umat Kristen/Katholik Indonesia yang mendapat undangan secara Virtual. Semua peserta mengikuti secara antusiasme yang tinggi berhubung Topik yang sangat Fenomenal sekali, karena memperbincangkan mengenai Pemimpin besar Agama Front Pembela Islam (FPI) Habib rizieq ditakuti oleh banyak orang khususnya umat Kristen karena menjadi ancaman keberlangsungan gereja di Negeri ini.

yang secara kwantitatif/bilangan umat kristen merupakan kelompok minoritas yang susah untuk bersuara/berpendapat. Sangat menarik dengan pemaparan yang cerdas, Alkitabiah dan rasional disampaikan semua Nara Sumber antara lain :

Ketua Litbang Pewarna Indonesia mengatakan : “Dengan kedatangan Habib rizieq kembali mengajak kita umat Kristiani agar bersatu menyampaikan kebenaran dengan berani,
ditambahkannya pula bahwa Indonesia bukan negara Agama tetapi negara ber-Agama.

Demikian pula Pdt. Ndiy Ketua Laskar Timor menimpali dari sisi negatif : Gereja terkesan diam, takut-keliru tentang pemahaman berbangsa bernegara, sehingga tidak berani bersuara melawan ketidak adilan dan perlakuan yang tidak wajar atas gereja dan umat.

Untuk itu perlu adanya Gereja/ umat Kristen melihat di negara ini yang berfudamental pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, ada jaminan persamaan hak dan perlindungan hukum yang sama bagi semua warga negara.

Sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia(MUKI), Pdt. Ega Mawardin Zega, memandang perlunya orang Kristen yang bisa duduk di eksekutive, legislatif, dan Yudikatif sehingga bisa bersuara mewakili umat Kristen.

Untuk itu harus ada Partai Kristen yang akan mewakili Gereja dan umat bertugas menyampaikan aspirasi, seperti Parkindo atau Partai yang bernafaskan Kristen sebagai penyambung keluhan dan masalah yang dihadapi gereja kepada Pemerintah.

Ditandaskan pula bukan hanya bisa tetapi, punya hati yang melayani, jujur dan berani.

Jadi dengan adanya sharing secara Virtual ini, dihimbau untuk gereja mau bangun dari ketertidurannya, bersatu dan mempersiapkan diri untuk bersuara dan tetap BERDOA ; mau menyuarakan kebenaran dan melawan ketidak adilan yang dialami Gereja/umat Kristen, bisa jadi Kedatangan Habib Rizieq Shihab, sebagai alat Penguji Iman untuk membuktikan kesejatian Iman Kristen. Dan bagi mereka yang mengeraskan hati supaya bertobat kembali ke jalan yang benar, selanjutnya untuk Gereja/umat bisa bersatu menyuarakan kebenaran.

Serta dapat melihat nilai plus dampak baiknya atas semua yang terjadi tidak ada yang secara kebetulan termasuk kedatangan Habib Rizieq kembali ke Indonesia, Karena lewat itu semua Tuhan mempunyai rencana untuk gereja dan umat-Nya ;

Karena Tuhan bisa memakai apa dan siapa saja dalam menggenapi rencana-Nya di muka bumi ini.

(Fridris Jimson S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *