Ketua umum PBB Lambok Sihombing : Tuntut hak Ibadah dan Pelaku ditangkap

Kilometer.co.id, Kerawang-Selasa Siang (15/09) halaman kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat mendadak dipenuhi Pemuda berseragam merah. Para Pemuda tersebut menamakan diri Pemuda Batak Bersatu (PBB). Diketahui tujuan PBB lakukan aksi di depan kantor Bupati Bekasi adalah meminta Aparatur Pemda dan jajaran untuk melindungi warganya dalam beribadah dan mencegah perilaku Intoleransi yang terjadi di Kabupaten Belasi.

Informasi yang berhasil di himpun kilometer.co.id, aksi PBB ini dilatar belakangi peristiwa anarkis oleh sekelompok orang di perumahan Serang Baru, Cikarang Selatan yang menghentikan Ibadah jemaat HKBP pada minggu (11/09) lalu. Tampak dalam video siaran langsung oleh akun facebook Christmont Yushosha Siburian pada minggu (11/09) , sekelompok orang berteriak teriak meminta agar Ibadah dihentikan. Bahkan tidak hanya sampai disitu, massa juga memasang speaker dengan mengeluarkan suara yang keras tepat didepan pintu rumah ibadah HKBP tersebut. Berikut link https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3282988385071342&id=100000806380203. Video ini pun diupload ke chanel Youtube Renungan tv.

Peristiwa tersebut juga sudah diketahui oleh Syukur Praese HKBP distrik XIX Bekasi Pdt. Banner Siburian M.Th. Mengutip dari pemberitaan suaratapian.com Pdt Banner mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami jemaat HKBP perumahan Kota Serang Baru tersebut. Ia berharap agar Negara bisa menyelesaikan PR perlindungan beribadah bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Aksi yang dilakukan PBB dimaksudkan meminta Aparat kepolisian bisa melakukan tindakan projustisia terhadap pelaku main hakim sendiri ini. Ketua Umum PBB, Lambok Sihombing yang pimpin aksi ungkapkan hasil audiensi dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Jajarannya. ” Pemda berjanji menjamin keamanan kebebasan seluruh warga untuk beribadah dan permasalahan yang dialami jemaat HKBP perumahan Kota Serang Baru akan diselesaikan secepatnya”ungkap Lambok. Dan Pelaku aksi main hakim sendiri hentikan ibadah akan segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku tambah Lambok. Aksi PBB yang berlangsung tertib ini berakhir pula dengan tertib dan aman.
Kejadian ini juga menarik perhatian Oloan Nababan, Wakil ketua DPRD kota Bekasi/ketua Fraksi PDIP. Mengutip wawancara via Whatshapp oleh wartawan Danny PH Siagian dari wartamerdeka.info dan batakindonesia.com.
Oloan yang berjemaat di HKBP Maranatha Rawa Lumbu berpesan agar jemaat tetap tenang dan damai menyikapinya. “Warga jemaar gereja harus tetap menjaga kondusif lingkungan tempat Ibadah, tetap sabar dan tidak terprovokasi aksi intoleransi ini” pesan Oloan.
(endharmoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *