Hendrik Wowor Lawan Panti Rehabilitasi Narkoba yang Salahgunakan Fungsinya

Kilometer.co.id Cisarua- Menjadi kebanggaan tersendiri kalau banyak orang yang terpanggil mendirikan panti rehab termasuk para alumni yang pernah di rehab di Yayasan Pelayanan Agape (YPA), Hendrik Wowor yang didampingi Dewi jelas mengatakan ada sekitar  190 an Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) panti rehab narkoba di bawah Kemensos.

Namun Hendrick juga melihat kapasitas direktorat Napza di Kemensos tidak sebanding banyaknya panti rehab, artinya jumlah SDM yang memberikan supervisi untuk melakukan pendampingan terhadap 190 IPWL  tidak sebanding, pasti mereka kewalahan.

Kondisi ini ditengarai beberapa oknum yang nakal mendirikan rehab kemudian diakui sebagai IPWL lalu mereka menyalahgunakan.

Apa yang mereka lakukan IPWL-IPWL yang nakal ini, mereka mendirikan bukan bertujuan untuk membangun bangsa dan memberantas narkoba tetapi lebih kepada bertujuan memperoleh keuntungan secara material semata. Misalnya mereka (korban pengguna ) ada yang ditangkap oleh pihak kepolisian lalu ada polisi membawa ke panti rehab, kemudian panti rehab meminta bayaran tertentu, masalahnya bukan berapa bayarannya tetapi panti itu tidak menjalankan fungsinya karena hanya sekian minggu keluar bukannya di bina atau di rehab.

Ada juga yang lain oknum yang menangkap korban lalu dibawa ke panti Rehab kemudian meminta uang dari pihak keluarga, setelah di bayar ternyata pihak korban tak di rehabilitasi.

Kemudian apakah berarti perlu menjaga integritas dan kualitas panti Rehab, dalam hal ini Hendrik tak terlalu mau masuk ke ranah tersebut, tetapi yang terpenting mereka harus peduli dengan bangsa ini, mengapa seharusnya mereka harus paham betul bahwa apa yang dilakukan dengan cara-cara mencari duit dengan mengorbankan korban narkoba itu merusak bangsa dan negara.

Artinya fungsi dari panti rehab itu janganlah diselewengkan hanya sekedar mencari uang. Sebagai ketua Forsos  Jawa Barat Hendrik merasakan ada beberapa panti rehab yang melakukan ini, istilahnya sekalipun tersembunyi dirinya tahu. Hal itu diperoleh dari kesaksiaan beberapa korban yang akhirnya di rehab di Yayasan Pemulihan Agape.

“Saya sedang melakukan sesuatu dan hal itu harus dihadapi dengan serius, saya pribadi tak punya kepentingan tetapi saya lebih melihat bangsa” tegasnya serus.

Melihat realita ini Hendrik menyatakan perang melawan orang atau oknum yang bermain di ranah Rehabilitasi Narkoba, tinggal menunggu saja waktunya. Jadi mereka yang mendirikan panti rehab yang memakai pendekatan bukan karena mau menyelesaikan masalah tetapi pada orientasi mencari keuntungan secara material, inilah yang akan dilawannya.

Kembali kepada pemulihan para pecandu, berapa lama waktu ideal untuk membuat pecandu pulih kembali, dalam hal ini Hendrik jelas mengatakan tak ada ukuran yang pasti berapa lama memulihkan, sekalipun pihak Kemensos memberikan rentang empat bulan.

Tetapi pengalaman Hendrick dalam menangani korban narkoba tak ada jaminan kalau waktunya pendek itu kurang bagus dan kalau waktunya panjang lebih baik. Namun kalau di Yayasan Pelayanan Agape sesuai kapasitas dan kemampuan seseorang direhab itu sebelas bulan, tetapi sekali lagi itu berbeda dengan panti rehab yang lain.

Berdasarkan pengalamannya sebelas bulan itu sepanjang hanya satu kasus saja yakni kecanduan tetapi ada yang dual artinya sudah mengalami gangguan fsikis yang diakibatkan kecanduan narkoba, ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena yang harus diselesaikan terlebih dahulu masalah fsikis atau gangguan jiwanya. Untuk itu di YPA mempunyai psikiater, konselor gangguan adiksi ada konselor spiritual, konselor sosial dan konselor psikolog.

Penanganan kecanduan narkoba memang menggunakan multi disiplin, tentu saja dengan penanganan cara ini membutuhkan banyak disiplin ilmu ini berimpilikasi biayanya cukup besar.

Tetapi inilah komitmen terhadap panggilan demi membangun anak bangsa. Bisa saja biaya ngirit tetapi itu bukan pilihanya. Di YPA itu dalam pemulihan para pecandu narkloba dilakukan secara holistic, baik dari sisi rohani maupun dari sisi medis dan kejiwaan.

Dengan harapan akan semakin berkurang pengguna narkoba, karena kalau ini tak ada pengangan yang serius akan merusak bangsa dan negara. Yus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *