PGI Rilis Siaran Pers Atas Peristiwa Keji Dugaan Dibunuhnya Pdt. Melinda Zidemi STh di

Manado, kilometer.co.id – Pdt. Melinda Zidemi STh, atau dikenal dengan nama lain Melindawati Zidoni (24) ditemukan meninggal dunia pada Selasa (26/3/2019) pagi. Melinda Zidemi diduga menjadi korban pembunuhan  di Divisi 3 Blok F 19 Sungai Baung, Bukit Batu, Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Pembunuhan diperkirakan terjadi sehari sebelumnya, Senin (25/3), pukul 17.00 WIB. Ketika itu, jasad Melinda ditemukan dalam keadaan ditutupi semak dan kayu.

Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) mengungkapkan dukacita mendalam atas pembunuhan terhadap Pendeta Melida Zidomi, S,Th  yang sedang melakukan pelayanan di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, 26 Maret 2019. Melalui rilis yang diterima redaksi yang ditandatangani oleh Humas PGI Irma Riana Simanjuntak, disebutkan bahwa Perbuatan tersebut merupakan tindakan keji dan tak beradab yang tak hanya menghilangkan nyawa korban tetapi diduga melakukan tindakan kekerasan seksual yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia:

1. Menyatakan rasa duka mendalam bagi keluarga korban dan gereja yang mengutus Pdt. Melinda melakukan pelayanan di Ogan Komering Ilir. Kiranya Allah yang rahmani memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggal.

2. Menyatakan keprihatinan atas peristiwa ini dan meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengusutan secara tuntas dengan segera menangkap pelaku dan menghukum sesuai dengan hukum yang berlaku.  Juga meminta agar dalam melakukan pengusutan, polisi dapat mempertimbangkan apakah hal ini merupakan motif kriminal murni atau ada motif lain yang mendasari. Tindak penganiayaan, kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap seorang pendeta tak bisa begitu saja dilihat sebagai kejadian biasa, karena hal ini bisa dimaknai sebagai sebentuk teror terhadap umat yang dilayaninya. Olehnya MPH-PGI mendesak Kapolri untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini.

3. Meminta negara untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya melalui perundang-undangan dalam rangka penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan. Olehnya, MPH-PGI meminta Pemerintah dan Parlemen segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi Undang-undang. Demikian siaran pers PGI tertanggal hari ini 27 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Humas PGI.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Brigjen (Purn) Pdt. Harsanto Adi, MM. menyatakan keprihatinan yang sama atas peristiwa yang dialami oleh Pdt. Melida Zidemi, S.Th. “Ini akan menjatuhkan kredibilitas aparat keamanan apabila tidak dapat mengungkap dengan tuntas kejadian ini,” Pernyataan yang sama juga dikeluarkan oleh Asosiasi Pendeta Indonesia. [RA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *