STT IKAT Hadir di Wilayah 3T, Mendorong Pendidik Indonesia Berdampak

Kilometer Ketapang, Sebanyak 70 guru dari empat kecamatan di Kabupaten Ketapang mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Guru bertema Manajemen dan Kepemimpinan Kelas untuk Meningkatkan Deep Learning dan Multikultural, yang berlangsung pada 8–9 April 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Singkup, Desa Sukaraja, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara STT IKAT, Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Universitas Pakuan Bogor Jawa Barat, Kecamatan Singkup, serta alumni STT IKAT yang ada di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Peserta berasal dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Singkup, Kendawangan, Marau, dan Air Upas.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo yang diwakili Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Rajiansyah. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada STT IKAT bersama Alumni STT IKAT di Ketapang yang telah menginisiasi kegiatan yang amat penting ini serta  berharap pelatihan ini mampu mendorong lahirnya guru sebagai manajer sekaligus pemimpin di kelas.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui implementasi deep learning dan pendidikan multikultural,” ujar Rajiansyah.

Ketua panitia, Asin, menekankan pentingnya pelatihan guru secara langsung (luring), khususnya di wilayah Kalimantan. Menurut dia, kegiatan semacam ini sangat membantu peningkatan kompetensi guru di daerah mengingat kegitan semacam ini sangat jarang dilakukan terlebih menghadirkan Guru Besar yang pakar di bidang pendidikan.

“Kita bersyukur ada Sekolah Tinggi Teologi IKAT yang berkolaborasi dengan Universitas Pakuan Bogor yang bersedia menyelenggarakan workshop ini sebagai pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan Pakar pendidikan diantaranya adalah Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan dan Manajemen Pendidikan Dasar yang bersedia datang langsung berbagi ilmu dengan guru-guru di wilayah ini,” ujarnya.

Kepala Desa Sukaraja, Try Setiawan, juga menyampaikan komitmennya terhadap pendidikan. Ia bahkan memilih menghadiri kegiatan tersebut dibanding agenda lain.

“Saya merasakan bahwa hanya pendidikan yang mampu mengubah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Singkup, Daniel Laumakany, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan seperti ini memiliki dampak nyata bagi pengembangan profesional guru. Daniel Laumakany yang juga merupakan alumni Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta telah menggagas kegiatan yang sama pada 2016 dengan tema Peningkatan Mutu Guru melalui Karya Ilmiah  Penelitian Tindakan Kelas dan SKP bagi guru-guru se Kabupaten Ketapang.

“Saya pernah mengikuti kegiatan serupa tahun 2016 oleh STT IKAT juga dan itu membantu saya dalam penelitian tindakan untuk kenaikan pangkat. Saya yakin pelatihan ini juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Anggota DPRD Kalimantan Barat, Kasdi, menyoroti pentingnya pendidikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan masyarakat lokal.

“Karier seringkali terhambat oleh administrasi pendidikan. Karena itu, pelatihan seperti ini penting agar kualitas kita semakin baik,” ujarnya.

Dalam sesi materi, narasumber pertama, Donna Sampaleng, menekankan pentingnya pola pikir bertumbuh (growth mindset) dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hanya dengan pola pikir bertumbuh, mutu pendidikan akan meningkat. Namun, hal itu harus didukung oleh manajemen dan kepemimpinan yang kuat,” ujarnya.

Narasumber berikutnya, Rais Hidayat, menjelaskan pentingnya integrasi manajemen dan kepemimpinan dalam mengoptimalkan deep learning dan pendidikan multikultural.

“Implementasi deep learning membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan manajemen yang mendukung,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif harus diawali dengan kontrak kelas yang difasilitasi guru, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan perangkat pembelajaran sesuai konteks masing-masing kelas.

Yuyun Elizabeth Patras Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan Dasar bertindak sebagai narasumber ketiga dari workshop hari pertama ini, Yuyun menghadirkan suasana pembelajaran yang sangat menarik , joyful memberikan contoh manajemen kelas yang baik. Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif harus diawali dengan kontrak kelas yang difasilitasi guru, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan perangkat pembelajaran sesuai konteks masing-masing kelas.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas guru di daerah, sekaligus mendorong pemerataan mutu pendidikan di Kalimantan Barat. Salah satu peserta menyampaikan refleksi bahwa workshop ini terasa berbeda dan harus dilanjutkan.

“Kami sangat senang adanya workshop ini, terlebih narasumber mampu menghipnotis peserta dengan antusias dan kegembiraan’, kata Dina Sarpina, Guru SDN 10 Airupas.

Seyogyanya workshop ini merupakan bagian dari agenda Dies Natalis STT IKAT ke 40 pada Februari 2026 dan telah melaksanakan berbagai kegiatan tridharma Perguruan Tinggi di beberapa wilayah di Indonesia termasuk juga tujuh kegiatan pengabdian masyarakat Internasional, sebagaimana disampaikan oleh Jimmy Lumintang Rektor STT IKAT Jakarta dalam sambutan yang diwakili oleh Ketua II STT IKAT bahwa STT IKAT berusaha hadir menjawab kebutuhan selaras dengan maksud dan tujuan kehadiran STT IKAT dibumi Indonesia ini adalah mengangkat harkat dan martabat manusia melalui Pendidikan. (rhds).