Pertemuan Pejabat/Gembala GBI Jakarta Utara

Jakarta, kilometer.co.id. Hampir seluruh bumi mendapatkan serangan Covid – 19 yang semakin mengganas, seakan tidak pernah memberi ampun kepada siapapun dan sudah hampir dua tahun pandemi ini membawa ketakutan di mana – mana, termasuk di negeri Indonesia. Semua kegiatan dilaksanakan secara zoom , webinar atau live streaming, tak terkecuali di pertemuan Pejabat/Gembala GBI Jakarta Utara. Hari ini Sabtu ( 17/7/2021 ), pukul 10.00 WIB. dilaksanakan pertemuan rutin setiap bulannya. Tiap Wliayah menyelenggarakan pertemuan secara zoom dan hari ini giliran Wilayah Jakarta Utara.

Tampil sebagai Host Pdt. Elyakim Imam Agung, serta Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Kiky Tjdhjadi, M.Th. yang juga adalah Penasehat Pewarna Indonesia ( Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia ) DKI Jakarta Utara. Ada Lima hal yang disampaikannya sebagai bekal memantapkan pelayanan di kondisi sulit karena Si Corona yang belum bosan memberikan ketakutan bagi hamba Tuhan dan gereja khususnya Pejabat/Gembala GBI Wilayah Jakarta.

Dalam mengawali khotbahnya yang diambil dari Ibrani 12 : 26 -29, bertemakan : Goncangan, mengatakan, “Kita berada di tengah-tengah goncangan yang menghimpit dan menghalangi pelayanan kita sebagai hamba Tuhan yang ditetapkan Allah untuk gereja dan umat-Nya. Goncangan di bumi berupa Covid – 19 yang memakan korban dan bencana yang terus menerus berjalan,” tegasnya. Adapun kelima hal yang di sampaikan adalah :

Pertama : Kita harus siap digoncang dan jangan kita sampai mundur dari panggilan

Kedua : Mempersiapkan Rohani kita, dengan peristiwa yang terjadi kita harus memahami bahwa Kita harus mau dan rela diperbaharui dari sehari ke sehari

Tiga : Selalu Mengucap Syukur dalam segala keadaan baik atau tidak baik. Pdt. Kiky Tjahjadi menekankan apa yang menjadi kehendak Allah dari semua umat-Nya untuk selalu bersyukur, seperti apa yng yang tertulis dalam II Tesalonika 2 : 18, “Bahwa orang yang berbahagia itu bukan orang kaya atau punya segalanya secara materi tetapi orang yang berbahagia itu adalah mereka yang tahu mengucap syukur dalam segala keadaan, ” tambahnya.

Keempat : Siap menerima perubahan
Dengan peradaban dan teknologi yang berubah kita juga harus dapat berubah , mengikuti perkembangan zaman, menjadi hamba Tuhan yang siap pakai, seperti sekarang ini kita di paksa untuk mempergunakan sarana digital yaitu : zoom , Webinar dan lain – lain.

5. Kelima : Percaya akan Janji Allah

“Kita harus percaya akan Janji Allah, bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, tetapi di tengah kesulitan, kesakitan dan penderitaan yang kita alami di dunia ini khususnya sebagai HambaNya, pemeliharaan dan perlindungan-Nya memberikan jaminan. Kepunyaan bangsa lain yang belum percaya Allah akan dialirkan kepada kita karena Allah adalah sumber berkat, asal kita mau menjadi pelaku Firman Tuhan,” tutupnya.

Setelah selesai ibadah dilanjutkan dengan penjelasan tentang dana Boti dan Penyampaian tentang Materi Covid-19 dan Upaya Penanganan dan pendampingan untuk jemaat dan hamba Tuhan yang terpapar di Isoman di rumah atau tempat lain yang tidak belum dapat pelayanan secara baik oleh dokter GBI Meycy.

Pertemuan berjalan dengan baik dan lancar karena pimpinan Tuhan, lalu semua peserta pulang dengan sangat bersukacita.

( Ps. Fridris Jimson S, S.Th.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *