dr Merphin Panjaitan Bumi Menghadapi Krisis Multidimensi.             

Jakarta Kilometer Pemanasan bumi dan berkurangnya keanekaragaman hayati adalah bukti kerusakan bumi; dan kemiskinan parah, pengangguran massal dan ketimpangan ekonomi menjadi penderitaan manusia. Kenyataan pahit ini, adalah tantangan bagi manusia; dan tantangan ini membutuhkan jawaban yang setimpal; jawaban yang tepat akan menyelamatkan kehidupan bersama segala mahluk, dan juga bumi.

Manusia bertanggungjawab menatalayani bumi agar cukup untuk menghidupi segala mahluk, dan bukan untuk sekedar melayani keserakahan sitamak; mengatur  kehidupan bersama ini agar berlangsung damai, sejahtera dan langgeng. Manusia harus melepaskan egoisme, mamonisme dan hedonisme yang dianutnya; memperbaiki relasi dengan sesama manusia dan ciptaan lain. Ketamakan manusia menjadi ancaman bagi kehidupan bersama segala mahluk; dan juga menjadi ancaman bagi kelestarian bumi; konsumsi berlebihan mendorong eksploitasi bumi melebihi kemampuan regenerasi, dan kondisi ini mengancam keberadaan manusia, mahluk hidup lainnya, dan bumi itu sendiri.

Manusia harus mencegah terjadinya kerusakan ciptaan lainnya; dan kalau sudah terjadi, yang biasanya akibat dari kecongkakan dan kebodohan manusia sendiri, manusia harus segera melakukan rehabilitasi, agar kondisinya pulih dan menjadi baik seperti semula.

Manusia harus mampu berpikir, bertindak dan hidup bersahabat dengan mitra hidupnya ini; saling melayani satu dengan yang lain, untuk kehidupan bersama segala mahluk. Kehidupan hewan, tumbuhan dan mikro organisme, adalah kehidupan manusia juga; tanpa kehadiran  mereka, manusia akan punah; sebaliknya, tanpa manusia,  hewan, tumbuhan dan mikro organisme tetap bisa hidup. Kehidupan Berkecukupan Segala Mahluk perlu diangkat menjadi cita-cita bersama manusia se dunia; dan untuk itu manusia perlu segera menghentikan ledakan penduduk, dan mendefenisikan ulang kemakmurannya. Manusia harus belajar memelihara lingkungan  dan bumi; lahan, hutan, padang rumput dan padang savana sebagai tempat hidup tumbuhan, hewan liar dan mikro organisme; demikian pula dengan air, udara, daerah aliran sungai, danau, waduk, daerah rawa, dan sebagainya harus dipelihara, bukan hanya untuk kepentingan manusia tetapi juga untuk kebaikan ciptaan lain.

Bumi sedang menghadapi krisis multidimensi, yaitu: krisis lingkungan dan krisis energi; tetapi terutama krisis pola pikir dan perilaku manusia; dan untuk mengatasi ini semua, harus dimulai dengan mengatasi krisis pola pikir dan perilaku manusia. Peradaban manusia tumbuh dan berkembang dengan mengembangkan dan memanfaatkan: ilmu dan teknologi; agama dan kepercayaan; dan seni.

Tiga modal intelektual manusia ini harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kehidupan bersama segala mahluk; ketiga modal intelektual ini harus dikembangkan dan digunakan secara seimbang. Saya mengamati, kehidupan kita di Indonesia sekarang ini masih sangat timpang, kegiatan politik dan keagamaan berlari cepat di depan, sementara kegiatan ilmu, teknologi dan seni, terseret-seret di belakang; dan akibatnya, hidup kita terseok-seok seperti sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *