Merawat Kemanusiaan dan Persatuan, GP Ansor, AMPP, Pemuda Katolik, dan FKPPI Buka Posko Bhinneka Tunggal Ika Untuk Korban Kebakaran di Taman Sari

Kilometer.co.id Jakarta – PAC GP Ansor Taman Sari, Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP), Pemuda Katolik Jakarta Barat, dan FKPPI membuka posko bersama untuk membantu para korban musibah kebakaran di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Posko ini diberi nama Posko Kemanusiaan Bhinneka Tunggal Ika, dan mulai beroperasi sejak Selasa (8/10/2019).

Faisal Mandala Putra, Ketua PAC GP Ansor Taman Sari menggambarkan saat terjadi bencana, dalam kondisi tanggap darurat, dering seluler bergema memberi informasi dan komunikasi. “Dering komunikasi saat terjadi bencana mampu melintas batas paham politik, agama, bahasa, dan suku bangsa”, ujarnya.

“Tidak ada kepentingan organisasi dan politik, yang ada hanya bendera Merah Putih dan rasa Bhinneka Tunggal Ika di lokasi kebakaran di Kelurahan Maphar, Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat”, jelas Faisal.

“Itulah makna sejati satu bahasa, satu tanah air, dan satu bangsa dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia”, imbuhnya.

Senada dengan Faisal, Satria Pratama (Bag. Lingkungan Hidup Pemuda Katolik Jakbar) menyatakan sebagai anak-anak muda bangsa, kita harus rukun bersatu dan tanggap membantu mereka yang membutuhkan.

“Pembukaan Posko Kemanusiaan Bhinneka Tunggal Ika merupakan bentuk kebersamaan dan kesukarelaan dari sesama pemuda bangsa dalam hal membantu para korban kebakaran”, ujar Satria.

Ketua Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP), Arbie Haman menjelaskan bahwa pembukaan posko bersama ini memiliki dua tujuan.

“Pertama adalah membantu meringankan beban materi dan psikologis dari para korban. Kedua, sekaligus sebagai wujud soliditas para pemuda lintas agama dalam merawat kemanusiaan, menjaga kerukunan, serta menjunjung toleransi dan pluralisme”, pungkasnya.

“Pemprov DKI, Dinas Sosial, BPBD, dan instansi-instansi terkait memang memiliki tugas untuk menyalurkan bantuan logistik bagi para korban. Namun sebagai bagian langsung dari masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi. Kami bersifat membantu para korban dan pemerintah”, ungkap Arbie.

“Setiap sumbangan yang masuk kami tampung dan distribusikan. Adapun logistik yang telah terkumpul berupa makanan, pakaian layak pakai, obat-obatan, dan keperluan sehari-hari lainnya”, tambahnya.

“Selain itu, kami juga mendengarkan langsung harapan dari para korban yang mengungsi di tenda-tenda sementara. Untuk saat ini, mereka amat mengharapkan bantuan berupa bahan bangunan atau dana untuk memperbaiki total sekitar 70 rumah mereka yang habis dilahap api”, tandas Arbie.

Jika merujuk kepada bencana kebakaran serupa yang terjadi di Kelurahan Krukut, Taman Sari awal tahun 2019, saat itu Pemprov DKI memberikan dana bantuan bagi para korban untuk modal awal memperbaiki rumah. Hal ini diliput di beberapa media massa.

“Hari Selasa (8/10) kami sudah sampaikan referensi tersebut diwakili oleh Faisal (Ketua Ansor Taman Sari) kepada Lurah Maphar saat beliau berkunjung sebentar ke posko kami. Namun beliau menyatakan belum pernah mendengar kabar perihal dana bantuan Pemprov DKI untuk kejadian di Krukut tersebut”, ungkap Ketua AMPP.

Kebakaran terjadi Minggu (6/10) sekitar pukul 11.45 WIB di sebagian wilayah Kelurahan Maphar dan Taman Sari, Jakarta Barat. Sekitar 900 warga mengalami kerugian atas peristiwa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *