Ketua Petahana BPH GBI: Fokus Kita Ke Depan mendukung Kesejahteraan Hamba Tuhan dan Digitalisasi Pelayanan

Kilometer.co.id Bogor, Gereja Bethel Indonesia (GBI) kembali menggelar Sidang Sinode pada akhir Agustus ini. Perhelatan empat tahunan yang digelar untuk keenambelas kalinya ini dijadwalkan berlangsung dari 27 hingga 30 Agustus 2019, bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tak kurang 5.000 hamba Tuhan dari berbagai wilayah se-Indonesia menghadiri perhelatan gereja dengan jemaat 3,2 juta jiwa ini.

Pokok pembahasan yang ikut menghangat adalah terkait program kerja yang diusung oleh tiap calon Ketua Umum, yang akan memimpin Sinode GBI selama empat tahun ke depan.

Pejabat petahana Ketua Umum Badan Pelaksana Harian GBI (BPH-GBI) yang akan maju kembali di bursa pencalonan, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengatakan, salah satu poin yang menjadi fokusnya saat ini adalah bagaimana memberikan perhatian terhadap perekonomian hamba Tuhan. Terutama bagi hamba Tuhan yang sedang melayani di gereja lokal di daerah.

Bentuk perhatian itu menurutnya harus didukung oleh kebijakan dan tindakan yang diinisiasi di tingkat Sinode. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh GBI selama ini.

“Kebanyakan kesejahteraan gembala itu sangat ditentukan oleh gereja lokal di mana mereka berada. Tetapi ya kita sebagai Sinode tentu memberikan support juga kepada hamba-hamba Tuhan yang berkekurangan di daerah, sehingga mereka juga makin sejahtera di dalam hidup mereka, dan mereka juga makin maksimal dalam pelayanan mereka,” ungkap Pdt. Japarlin saat berbincang dengan wartawan di ruang VIP SICC, Selasa siang (27/08/2019).

Selain mendukung perekonomian, menurutnya fokus yang tak kalah penting pada saat ini adalah memperlengkapi para hamba Tuhan untuk memasuki digitalisasi penatalayanan gerejawi.

“Jadi salah satu fokus kita ke depan memang adalah mengembangkan pelayanan yang berbasis digital. Jadi kita sudah membangun aplikasi gereja lokal seluruh Indonesia. Supaya dengan demikian pelayanan gereja lokal juga semakin tertata secara digital,” terangnya.

Sebagai salah satu pengimplementasian digitalisasi pelayanan yang dimaksud, Pendeta Japarlin Marbun menambahkan pada Rabu nanti (28/08/2019), Sinode akan meluncurkan program ‘Bethel Online Learning’. Program ini diharap mampu menjadi opsi tambahan bagi hamba Tuhan di daerah yang berkeinginan memperkaya wawasan mereka melalui dunia maya.

“Kita akan launching besok ‘Bethel Online Learning’, yaitu Sekolah Online Alkitab yang akan membantu hamba-hamba Tuhan di desa untuk belajar dengan baik,” tutupnya. Onal
Siap pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *