FOKAN : Refleksi Akhir Tahun dan Tantangan Penanganan Bahaya Narkoba Tahun 2020

Kilometer.co,id Jakarta- Pertemuan lembaga-lembaga dan ormas-ormas penggiat gerakan melawan penyalahgunaan Narkoba. Tidak kurang dari 20 lembaga dan ormas yang tergabung dalam Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN). Sebagai Tuan Rumah dan narasumber adalah Irjen Pol. Drs. Arman Depari, Deputi BNN bidang Pemberantasan dan menghadirkan Kepala BNN periode 2012-2015 Komjen Pol.(Purn) Dr. Anang Iskandar SH.MH. Bertindak sebagai moderator dalam penyampaian refleksi Tahun 2019 adalah ketua umum FOKAN Jefry TambayongJ umat (13/12), bertempat di Aula Badan Narkotika Nasional (BNN) berlangsung ,.

Acara diawali dengam doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. selanjutnya dilakukan pembacaan pernyataan sikap bersama seluruh ormas dan lembaga yang tergabung dalam FOKAN. 6 Pernyataan dibacakan oleh ketua FOKAN.

Selanjutnya Deputi menyampaikan refleksi 2019 dan tantangan ditahun 2020 dalam penanganan bahaya Narkoba. Arman Depari mengungkapkan refleksi penanganan yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan dan yang akan dikerjakan ditahun mendatang. Ia mengungkapkan bahwa dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak terlepas dari kondisi global, regional dan dalam negeri suatu negara. Perdagangan gelap narkoba bukan semata muncul begitu saja didalam negeri akan tetapi sudah merupakan kejahatan transnasional. Kejahatan lintas negara. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

Sementara Anang Iskandar dalam Refleksinya menekankan bahwa penegakan hukum dalam penangan Narkoba ini harus sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang ada. Pelaku Bandar dan Pengguna Narkoba harus sama-sama ditekan jumlahnya. Bandar diberikan hukuman Penjara dan Penyalahguna dihukum dengan rehabilitasi. Selain daripada Law Enforcement penting juga dilakukan pencegahan. sesuai dengan prinsip P4GN.

Jefry Tambayong saat ditanyakan wartawan kilometer.co.id mengenai apa yang masih dibutuhkan BNN menjalankan tugasnya menjawab perlu adanya dana non budgeter dan dukungan seluruh rakyat untuk menghadapi tantangan kedepan atau tahun 2020 nanti. “Butuh anggaran yang besar dan dukungan seluruh elemen dan anggota masyarakat, BNN tidak boleh dibiarkan sendirian menangani darurat narkoba”, cetusnya. (endharmoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *