Eunike Sadrach : Perempuan Bukan Warga Kelas Dua Tapi Juga Berperan Membangun Keluarga dan Bangsa

Jakarta, kilometer.co.id – Kongres Nasional Wanita Bethel Indonesia (WBI) ke-12 akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, 13-17 Agustus 2019, lengkapnya di GBI Keluarga Allah, Jl. Sutan Syahrir 88 Widuran Solo, Jawa Tengah.  Ketua WBI (Wanita Bethel Indonesia) Pdt. Dr. Eunike S. Sadrach menjelaskan bahwa Kongres Nasional WBI 2019 tersebut akan dihadiri dua ribu wanita sebagai perwakilan yang berasal dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Demikian disampaikan Pdt dr Eunike Stephanie Sadrach  saat jumpa pers di Gedung Graha Bethel, Jakarta Pusat.

Pdt Dr Eunike S. Sadrach yang didampingi Sekretaris Umum WBI Laura Garcia Mesach dan turut dihadiri Ketua Umum BPH GBI Pdt Dr Japarlin Marbun menyampaikan bahwa tema Konas WBI “Great Harvest” dengan sub tema: “Kuasa  yang Membangunkan Perempuan.”  Dijelaskan ada pun pemilihan tema adalalah selaras dengan tema GBI ke depan.

“Perempuan bukan warga kelas dua, tapi juga berperan bersama dalam membangun keluarga dan bangsa. Karena itu dalam kongres nanti akan ada pembekalan  terkait dengan wanita seperti Kuasa yang mengubah perempuan dalam berbangsa dan bernegara dalam empat sesi dan tiga kali KKR,” kata Pdt dr Eunike S Sadrach.

Rencananya, menurut Eunike pembukaan Kongres Nasional Wanita Bethel Indonesia di pagi hari nanti akan dibuka oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Sedangkan beberapa pengisi acara akan tampil Ketua Umum PGI Pdt Henriette Lebang, Pdt dr. Japarlin Marbun, Pdt Gilbert Lumoindong, Pdt Obaja Tanto Setiawan, Pdt Dora Kansil dan lainnya. “Kita lagi menunggu jawaban dari istana untuk kesediaan ibu Iriana, sedangkan pembicara lainnya semua sudah confirmed,” jelasnya.

Ditambahkan, bahwa Kongres Nasional nanti akan berlangsung empat sidang pleno dengan agenda laporan pertanggungjawaban, proses pemilihan, diselingi KKR hingga penetapan dan pengukuhan Ketua Umum terpilih hasil Kongres Solo. “Hingga saat ini, ada 38 Korda dan 3 perwakilan Luar Negeri, sudah melakukan pemilihan selama bulan Maret-Juli di tingkat Korda yang nanti akan menjadi pemilik hak suara dalam Kongres,” papar petahana yang menyatakan akan mencalonkan kembali untuk jabatan periode keduanya.

Terkait dengan bakal calon ketua umum, kata Eunike bahwa nanti akan ditentukan dan dipilih di Kongres Solo yang sifat pleno terbuka. Selama kepemimpinannya, Eunike menyatakan bahwa beberapa program sudah dilaksanakan dengan sukses seperti program bedah rumah dengan anggaran 70 juta rupiah per rumah. “Program bedah rumah ini, memang dikhususkan terhadap perbaikan rumah-rumah hamba Tuhan yang tidak layak, dengan menyediakan anggaran sebesar 70 juta. Sudah 11 perbaikan rumah antara lain 1 Sumut, 4 NTT, 4 Sumbar dan lainnya. Bedah rumah ini akan memberkati hamba Tuhan di daerah terpencil,” imbuhnya.

Selain itu, bersama Departeman Pendidikan GBI juga telah menyelenggarakan pelatihan terhadap tenaga pengajar PAUD di berbagai daerah. Bukan itu saja, WBI juga mengadakan pendidikan seks pada anak usia dini bagi para ibu. Tak ketinggalan juga membuka 12 taman baca yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa melalui gemar membaca. Eunike menambahkan, bahwa melalui kerja sama dengan kementerian telah menyediakan modul untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta pembekalan visioner parenting. Karena itu ke depan, harapnya, akan mengusung program wanita cakap berdampak kepada bangsa dan negara.

Ditambahkan oleh Laura Gracia Mesach bahwa pemilihan Solo sebagai tuan rumah karena GBI Keluarga Allah setempat punya pengalaman melakukan even-even besar dan memiliki tempat ibadah dengan kapasitas tiga ribu orang. “GBI Keluarga Allah-Solo memang representatif dan secara panitia lokal memang siap untuk menyelenggarakan Solo. Selain itu, memang tradisi Kongres GBI memang dari daerah ke daerah. Sebelumnya di Jakarta, Kalimantan dan Sukabumi,” tukas Sekum WBI ini. [Roy Agusta]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *