Visi 10.000 Gereja Om Ho Penyemangat Bagi Para Hamba Tuhan GBI

Jakarta, kilometer.co.id Pdt Japarlin Marbun mengungkapkan bahwa sebagai pribadi banyak sekali dalam kehidupannya bersentuhan langsung dengan Om Ho, dirinya pernah menjadi sekretarisnya, demikian pula saat pernikahanpun yang memberkati adalah om Ho. Pun dengan buku-buku yang ditulis Om Ho dirinya menjadi korektor atas buku-bukunya.“Saya selain memiliki kedekatan teologis juga biologis karena papa mertua memiliki kedekatan khusus dengan Om Ho, jadi kalau orang lain panggil Om Ho dirinya memanggil opa Ho karena sang mertua sudah memanggilnya Om, masak menantunya panggil Om, “tukasnya berkelakar.

Hal itu disampaikan Pdt Dr. Japarlin Marbun saat diselenggarakan konsultasi Hamba Tuhan GBI menggali pikiran dan Hati Om Ho untuk masa depan GBI, bertempat di Graha Bethel, Kamis1/8/19. Lebih lanjut Japarlin yang saat ini siap membawa GBI menuai visi 10.000 gereja berujar sebagai orang yang pernah bekerjasa bersama, melihat bahwa Om Ho itu, memiliki hati seorang bapa yang mau menyapa dan merangkul siapa saja. Karena hati bapa itulah setiap pendeta yang memiliki pergumulan, lalu mencurahkan segala persoalan. Om Ho melayani dengan sabar sambil menepuk-nepuk punggung dan menyarankan tetap berdoa meminta Tuhan. Disisi lain Om Ho juga seorang motivator dan pemberdaya, itulah yang sangat dominan dalam sosok Om Ho.

Berbekal sebagai seorang motivator dan pemberdaya itulah visinya berjalan dengan baik. Karena orang diberdayakan dan diberikan semangat. Om Ho juga focus pada misi dan penanaman gereja, sehingga dalam setiap kata-kata yang selalu diingat adalah penanaman 10.000 gereja. Kata-kata 10.000 gereja inilah yang membuat penyemangat yang luar biasa, sehingga GBI berkembang seperti sekarang. Makanya saat ini GBI sudah menjadi gereja yang terbesar dengan jumlah jemaat 3, 2 juta.

Dengan jumlah itulah kalau saat ini GBI sudah memberikan dampak yang besar bagi bangsa ini, sebagai bukti di tahun 2018 yang lalu Presiden Jokowi mengundang ke istana. Saat itulah presiden mengucapkan rasa terimakasihnya kepada GBI yang telah berbuat banyak bagi bangsa dan negara.

Sedangkan Rubin Adi menggali pemikiran Om Ho ada beberapa hal yang disampaikan, selain memang sebagai mahasiswa STT Bethel Petamburan, Om Ho pernah sampaikan agar dirinya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, sebagai mentor dia juga selalu memberikan kesempatan anak muda untuk maju dan berkembang. Pengalaman yang masih membekas hingga saat ini adalah diberikan kesempatan kotbah di gerejanya Om Ho. Padahal ketika itu sangat selektif dalam memilik pengkotbah.

Sementara dirinya masih mahasiswa, biasanya saat melayani di gerejanya Om Ho di Petamburan hanyalah main musik, tetapi kali itu diminta untuk berkotbah. Kembali kepada menggali pemikiran Om Ho, Rubin menyampaikan agar memahami dan memiliki pemikiran Om Ho harus membeli buku-buku yang ditulis oleh Om Ho dan membacanya, kalau tidak ini percuma dan hanya ngomong dong, Kemudian kalau sudah memiliki, membaca maka harus memahaminya dan mengutip tulisan-tulisan Om Ho terutama dalam seminar-seminar teologia. Dengan mengutif dan memahami ini bisa dipakai untuk menyeleksi ketika ada ajaran-ajaran asing. Sehingga kalau itu ada ajaran baru tak perlu berbantah-bentah, cukup dengan membandingkan dengan ajaran Om Ho yang oleh GBI sebagai rasul.  Pdt Ferry Haurisa yang mendapat giliran terakhir melihat bahwa sosok Om Ho adalah sosok yang terbuka dan mau menerika siapa saja. Sebagai sosok yang rasuli dan juga pemersatu semua.

Konsultasi Hamba Tuhan Gereja Bethel Indonesia “Menggali Pikiran dan Hati Om Ho Untuk Masa Depan GBI” digelar di Graha Bethel, Jakarta Kamis, 1/8/19. Acara konsultasi digelar agar GBI tetap memiliki pemikiran, visi, misi  dan semangat Om Ho sebagai pendiri Gereja Bethel Indonesia. Namun tak dipungkiri bahwa konsultasi hamba Tuhan GBI ini dilakukan menjelang sidang sinode GBI akhir bulan Agustus ini, agar semua pihak tetap menjaga kesatuan hati dan damai.

Pdt Shepard Supit selaku moderator yang sekaligus penggagas digelarnya konsultasi para hamba Tuhan ini bertujuan agar sidang terutama dalam pemilihan ketua umum tetap damai. “Siapapun yang terpilih itu atas perkenannya saja, disisi lain ketua umum nanti tetap mampu mengimplemetasikan visi dan misi Om Ho sebagai rasul GBI,” tukasnya serius.

Tuan rumah konsultasi Hamba Tuhan GBI, Kiki Tjahjadi, MTh, Ketua BPD DKI Jakarta  menyampaikan bahwa Om Ho memiliki hati seorang Bapa, bisa ayomi anak-anak rohaninya Memiliki kesederhanaan salah satunya, baju putih dan celana hitam. Beliau punya assiten yakni Cipto. Makanan sederhana yakni pepaya. “Jangan main-main, kerja yang betul !” merupakan slogan pelayanan dan kerja dari Om Ho.

Dari hasil Konsultasi tersebut menghasilkan semacam rekomendasi seperti pengajaran , model kepemimpinan serta untuk sidang sinode GBI XVI yang terus berusaha memahami dan menjalankan pengajaran firman oleh Pdt. Dr HL Senduk sebagai pendiri gereja GBI sesuai alkitab Perjanjian Lama dan perjajanjian Baru, selanjutnya terbuka dalam cara penyampaian dan penerapannya sesuai dengan perkembangan waktu, namun tidak meninggalkan esensi dari pengajaran tersebut. Rekomendasi yang dibacakan Pdt. Shepard Supit ini terutama menghadapi sidang sinode bersepakat untuk mensukseskan sidang Sinode GBI ke XVIsesuai dengan tata gereja GBI dan Mendukung berjalannya proses persidangan dengan lancar, aman, sejahtera dalam semangat kasih persaudaraan dan Etika Kristiani. Konsultasi Hamba Tuhan GBI ini menghadirkan para narasumber Pdt. Dr. Pudjo Setoto Abednego, Pdt. Dr. Jonathan Trisna, Paul Sene  dan dimoderatori Pdt Shepard Supit sedangkan Pdt Gilbert berhalangan hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *