KONGGRES II PEWARNA INDONESIA SUKSES MENGHADIRKAN WARNA BARU UNTUK INDONESIA

Kilometer.co.id Sentul Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia sebagai wadah wartawan Protestan dan Katolik dari berbagai Media di Indonesia menggelar Konggres II tanggal 1-3 November 2019 di Pelangi Resort and Hotel, Bogor, Jawa Barat.

Konggres yang dihadiri Seluruh pengurus Daerah yaitu, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Riau,  Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Kalimantan Tengah ini resmi dibuka pada jumat 1 November 2019.

Turut hadir pada pembukaan Konggres berbagai Ormas Kristiani dan Katolik. Pada kesempatan pembukaan Ketua umum Pewarna Indonesia Yusuf Mujiono ungkapkan meski dalam situasi yang tidak mudah, Panitia Kongres yang diketuai Ronald Onibala bisa mewujudkan kongres.  Tak dipungkiri Yusuf bahwa banyak pergumulan dalam Pewarna Indonesia konsisten tapi meski demikian tetap aktip menghasilkan karya untuk Bangsa.

Tema Kongres II 2019 Berkarya Dalam Warna Pergumulan Bangsa. “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun, Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Markus 1:3). Sub tema : Membangun Solidaritas dan Semangat Kebertautan Antar Anggota Sebagai Satu Entitas yang utuh.

Dari pengamatan kiometer.co.id, ada beberapa narasumber yang sebelumnya sudah menyatakan sanggup hadir namun batal hadir pada pembukaan kongres. Meski demikian kongres tetap sukses dibuka.

Laporan Pertanggungjawaban

Persidangan dipimpin oleh 3 perwakilan dari DPD Pewarna Indonesia yaitu dari DPD Riau, Raya Desmanto, DPD Palu, Efraim dan DPD DKI Jakarta Luther Kembaren. Pada sesi Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan 2016-2019 ketua umum Yusuf Mujiono didampingi Sekjen Argo Pandoyo. Ada beberapa Capaian Pewarna Indonesia sepanjang 3 tahun diantaranya pengesahan organisasi dari Kementerian Hukum dan HAM, MoU dengan Dirjen Bimas Kristen kementerian Agama serta gelaran seminar-seminar.

Atas laporan pertanggungjawaban ini 12 DPD Pewarna Indonesia menyampaikan pandangan dan pendapatnya. Seluruh DPD menerima dengan memberikan catatan-catatan. Ketua Umum Yusuf Mujiono mendapat kesempatan menjawab tanggapan. Yang menarik adalah Yusuf Mujiono menyampaikan permohonan maap bila ditengah jalan Bendahara Umum Grolus terpaksa diberhentikan. Dan keputusan tersebut memang terlambat dengan alasan upaya untuk meminta penjelasan perihal laporan keuangan yang belum dilaporkan. Soal alasan pemberhentian tersebut Mujiono tak berkenan memberi penjelasan mengingat saudara Grolus tidak kunjung memberi kejelasan tertulis. “Demi menjaga kebersamaan dalam satu Tubuh Kristus”, ungkap Mujiono saat ditanyakan wartawan kilometer.co.id.

Pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Umum

Sabtu (02/10) adalah hari yang menentukan masa depan Pewarna Indonesia. Karena di hari ini pemilihan Ketua Umum (ketum) dan Sekretaris Umum (sekum)

Sebelum dimulai pemilihan, persidangan membentuk komisi-komisi. Ada 3 Komisi, Komisi A membahas Persyaratan untuk Bakal Calon ketum dan sekum, Komisi B membahas Tata cara pemilihan dan Komisi C membahasa AD/ART.

Sekitar pukul 19.00 usai makan malam, persidangan dilanjutkan dengan membacakan dan mengesahkan hasil dari pembahasan tiap-tiap komisi. Tata cara pemilihan secara tertutup disampaikan DPD-DPD. Hak suara diberikan 1 DPD 1 suara dan 1 suara DPP. Jadi total ada 13 Hak Suara untuk pemilihan Ketum dan Sekum. Tiap tiap DPD menuliskan 1 bakal Calon yang diajukan. Selanjutnya bakal calon di verikasi kelengkapan persyaratannya secara terbuka oleh pimpinan sidang dihadapan seluruh peserta sidang. Untuk posisi ketum muncul 2 Bakal Calon yaitu Raya Desmawanto dari DPD Riau dan Yusuf Mujiono sebagai petahana.

Hasil pemilihan ketum, Yusuf Mujiono mengantongi 10 suara dan Raya Desmanto 3 Suara. Proses pemilihan sekum sama seperti pemilihan ketum. Bakal calon sekum muncul 8 nama balon yaitu Thony Ermando (Jakarta), Ronald onibala (Jabar), Thomas (Banten), Raya Desmanto (Riau), Argo pandoyo (petahana Sekjen), Efraim (Palu), Sisco (Sulteng), dan Albert. Namun demikian dari kedelapan Balon, 7 orang menyatakan tidak bersedia dan hanya 1 yang bersedia mengikuti pemilihan sekum yaitu Ronald Onibala dari Jawa Barat. Atas keadaan demikian peserta sidang memufakati bahwa Sekum Pewarna Indonesia periode 2019-2024 adalah Ronald Onibala. Sidang pemilihan ditutup dengan pengesahan Ketua umum Yusuf Mujiono dan Sekretaris Umum Ronald Onibala. Untuk selanjutnya ketum dan sekum terpilih bersama dengan 3 DPD sebagai formatur menyiapkan susunan pengurus paling lama 1 bulan sejak ditetapkan pada tanggal 02 November 2019.

Penutupan Kongres.

Persidangan demi persidangan tak menyurutkan semangat peserta kongres. Di hari Minggu (03/11) pagi dimanfaatkan peserta untuk saling mengenal satu sama lain dengan berbagai aktivitas seperti jalan pagi, berenang dan Minum kopi bersama. Penutupan kongres dilakukan denga ibadah minggi bersama. Dan dilakukan sesi foto bersama seluruh peserta kongres. Usai penutupan, ketua umum terpilih Yusuf Mujiono menyampaikan harapan dihadapan rekan2 media yang hadir , kedepannya Pewarna Indonesia semakin solid dan bertambah kepengurusan di daerah2. Dan bersama sekum yang baru bisa bekerja sama lebih baik lagi. (Endharmoko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *